Kartuagoda.Org Situs Taruhan Dengan Rating Kemenangan Tertinggi Se-Asia| Untuk LOGIN SITE Di HandPhone menggunakan Link : Kartuagoda.Org / Ratuagoda.com

Header Ads

BANDARQ Domino99 AGEN BANDARQ AGEN TOGEL TERPERCAYA

BANDARQ TERBAIK - 8 Penemu yang Membenci Hasil Penemuannya Sendiri



BANDARQ TERBAIK - Sebuah ide yang lahir dari dalam pikiran seseorang bisa menjadi penemuan yang hebat. Akan tetapi, saat ide tersebut udah eksis di dunia, bukan cuma si pencetus ide yang bisa mengolahnya. Orang lain yang punya kepentingan berbeda pun bakal menyesuaikan ide atau penemuan tersebut sesuai dengan keinginannya. Ada yang niatnya baik, sayang, ada pula yang berniat buruk, bahkan lebih banyak. Makanya, banyak penemu jenius yang sebenarnya udah mengubah dunia dengan penemuannya, tapi juga menyesal karena hal yang mereka temukan ternyata juga punya dampak negatif bagi dunia, masyarakat, dan bahkan bagi dirinya sendiri.

Berikut ini beberapa contoh penemu terkemuka dunia yang menyesal dengan penemuannya sendiri.

1. Alfred Einstein dan J. Robert Oppenheimer (Bom Nuklir)
Dua sosok jenius ini adalah sosok di balik terciptanya bom nuklir atau bom atom yang mengubah tatanan sejarah dunia pada 1945. Bom atom diciptakan pertama kali oleh Oppenheimer sebagai direktur pengembangan bom nuklir di Los Alamos Lab. Meski begitu, bom atom enggak bakal ada tanpa peran Einstein yang membantu tim pengembangan dengan teori-teorinya.

Setelah Perang Dunia II, Oppenheimer menghabiskan masa hidupnya dengan penyesalan karena telah menciptakan sebuah senjata mengerikan. Hingga akhir hayatnya, Oppenheimer pun selalu berpesan bahwa perang itu bukan cara terbaik menyelesaikan konflik. Dia juga menyesali tindakan pemerintah Amerika Serikat yang enggak ngasih peringatan terlebih dahulu akan mengerikannya bom nuklir kepada Jepang atau pun dunia.

"Pada awalnya, gua percaya bahwa senjata yang kami ciptakan bikin dunia lebih aman dan tenteram. Yang terjadi malah kebalikannya," ujar Oppenheimer.

Einstein juga sama. Beberapa tahun setelah Perang Dunia II, dia menyesal telah menandatangani perjanjian dengan Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II, untuk membantu penelitian dan pengembangan bom nuklir. Pada saat itu, dia setuju untuk membantu karena percaya bahwa Jerman juga melakukan hal yang sama dengan AS.

"Kalau tahu Jerman gagal bikin bom nuklir, gua enggak akan menyentuhnya dengan jari sekali pun," kata Einstein.


2. Mikhail Kalashnikov (AK-47)

Penggemar berat game Counter-Strike pasti tahu betul senjata ini. Soalnya, di dalam game, AK-47 adalah senjata paling mematikan yang punya damage superbesar, tapi harganya enggak bikin kantong bolong.

Hal tersebut bisa mewakili dengan apa yang terjadi di dunia nyata. AK-47 memang benar-benar jadi senjata murah nan mematikan. Sisi ekonomisnya inilah yang bikin AK-47 jadi senjata favorit bagi para teroris dan pemberontak.

Kalashnikov adalah sosok di balik terciptanya senjata ini. Dia mendesainnya sendiri setelah menyaksikan peperangan tanpa henti pada masa Perang Dunia II. Ironisnya, Kalashnikov yang tutup usia pada 2014 juga hidup cukup lama untuk bisa menyaksikan penemuannya bertanggung jawab terhadap kematian banyak orang di dunia. Pada 2010, Kalashnikov mengirimkan surat kepada gereja Kristen Ortodoks Rusia.

"Selama ini, timbul pertanyaan dalam diri gua sendiri: apakah gua berhak disalahin atas kematian banyak orang meskipun mereka adalah musuh gua?"


3. Alfred Nobel (Dinamit)


Di zaman sekarang, nama Nobel dikait-kaitkan dengan penghargaan paling prestisius di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan perdamaian. Nama penghargaan tersebut memang dibuat untuk menghormati sang penemu dinamit yang menyesal telah menciptakan penemuannya sendiri.

Nobel merupakan seorang industrialis dan insinyur yang dulu memutar otak untuk mencari cara meledakkan sebuah batu besar secara efisien. Pada 1860, dia berhasil mencampurkan bahan nitrogliserin dan silika untuk menciptakan sebuah pasta yang mudah menguap bernama dinamit. Sayangnya, penemuan yang sebenarnya diciptakannya untuk kepentingan publik justru dimanfaatkan untuk membunuh dan menghancurkan.

Nobel pun sangat menyesal dengan penemuannya. Menjelang akhir hayatnya, dia berkomitmen untuk menyumbangkan royaltinya menjadi bentuk sumbangan yang menjadi hadiah buat orang yang ingin membawa pengaruh positif terhadap dunia, baik itu dalam bidang ilmu pengetahuan maupun perdamaian. Komitmennya inilah yang jadi inspirasi penghargaan Nobel.


4. Ethan Zuckerman (Iklan Otomatis)

Kalau suka berselancar di dunia maya, mungkin lo pernah kesal sendiri gara-gara kenikmatan lo terganggu dengan iklan otomatis yang muncul tiba-tiba dan menutupi laman yang sedang lo lihat. Lain kali, jangan marah-marah sama layar komputer lo sendiri. Soalnya, sosok yang berhak mendapat celaan adalah Ethan Zuckerman, si penemu sistem iklan otomatis.

Zuckerman—saat ini jadi Kepala Bagian Media Kewarganegaran di Institut Teknologi Massachusetts, Amerika Serikat—pernah mengirimkan sebuah esai berjudul "The Internet's Original Sin" kepada surat kabar The Atlantic. Dalam esai tersebut, dia menyatakan bertanggung jawab atas kekesalan orang terhadap iklan otomatis temuannya yang dianggap mengganggu.

Pada saat menemukan sistem iklan otomatis tersebut, Zuckerman sedang bekerja pada perusahaan web hosting bernama Tripod. Dia menjelaskan bahwa perusahaan yang menyediakan jasa laman internet gratis ini telah menghabiskan waktu selama lima tahun untuk menghasilkan keuntungan. Pada akhirnya, ide Zuckerman yang diterima hingga menjadi iklan berbaris yang sampai sekarang tetap menjadi momok pengguna internet.


5. Vincent Connare (Comic Sans)
Nama "Comic Sans" pastinya enggak asing buat lo yang suka ngetik di Microsoft Office. Yap, Comic Sans adalah salah satu font yang desainnya mirip tulisan anak-anak atau tulisan ala buku komik. Font ini didesain oleh Vincent Connare bersama Microsoft.

Pada awalnya, font ini diciptakan untuk menjadi alternatif bagi font yang gayanya kaku, seperti Times New Roman. Connare pun mendesainnya untuk mengincar segmen anak-anak. Lucunya, font ini malah disukai orang dewasa yang enggak sadar bahwa font ini memang terkesan kekanak-kanakan. Connare pun enggak menyangka bahwa temuannya menjadi sepopuler itu.

"Kalau lo suka menggunakannya, berarti lo enggak tahu banyak soal tipografi," ujar Connare kepada Wall Street Journal.


6. John Sylvan (Kopi Kapsul)
Salah satu jenis kopi instan yang digemari para pekerja yang butuh efisiensi waktu kerja adalah kopi kapsul. Selain dikenal karena kepraktisannya, kopi ini juga dianggap enak dan bikin mata jadi segar kembali setelah lelah bekerja. Kopi kapsul juga tetap digemari meski butuh mesin khusus untuk menyajikannya.

Pada awalnya, kopi kapsul diciptakan sebenarnya untuk mempromosikan mesin kopi Nespresso dan Tassimo. Selain itu, Sylvan juga pengen semua orang di dunia bisa lebih mudah untuk mendapatkan asupan kafein. Sayangnya, kopi kapsul ternyata dibenci oleh penemunya sendiri.

"Gua menyesal. Kopi kapsul ini sama aja kayak kopi biasa atau rokok. Sama-sama bikin nagih," ujar Sylvan.

7. Tim Berners-Lee (Tanda Irisan Ganda)


Berners-Lee bisa dibilang adalah penemu yang paling berjasa di masa kini. Soalnya, tanpa sistem World Wide Web (www) dan HTML buatannya, lo enggak akan bisa internetan seasyik sekarang. Meski dia udah mengubah dunia dengan temuannya, ternyata Berners-Lee punya secuil penyesalan, yaitu adanya tanda irisan ganda (//) yang terdapat sebelum nama halaman atau situs.

Saat pertama kali menciptakan HTML, tanda irisan ganda awalnya digunakan untuk memisahkan protokol dan nama alamat situs. Seiring berkembangnya zaman, protokol (http) dan tanda irisan ganda pun jadi enggak dibutuhkan lagi. Soalnya, browser zaman sekarang udah otomatis langsung menyertakan "http://" sebelum lo masukin alamat situs. Sedangkan, sebelumnya lo harus menulis susunan huruf yang cukup susah untuk diingat tersebut secara manual.

"Benar, deh, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya tanda irisan ganda itu enggak penting. Kalau aja gua sadar sebelumnya, mungkin enggak pernah akan ada tanda kayak begitu sekarang," ujar Berners-Lee.


8. Dong Nguyen (Flappy Bird)
Enggak bisa bohong bahwa kesuksesan instan atau yang datang tiba-tiba pasti jadi impian banyak orang di dunia. Salah satu yang beruntung yang pernah mengalaminya adalah Dong Nguyen, seorang pengembang game independen asal Vietnam. Nyatanya, kesuksesan instan yang diraihnya ternyata enggak membuat dirinya bahagia sama sekali.

Pada 2013, dunia gempar dengan hadirnya game Flappy Bird yang diciptakan oleh Nguyen. Game ini disukai karena kesederhanaan gameplay-nya yang cuma mengharuskan lo melewati rintangan tanpa mengenainya sama sekali. Meski sederhana, tingkat kesulitan Flappy Bird cukup besar sehingga bikin pemainnya jadi tertantang untuk mendapatkan skor besar.

Hasilnya, Flappy Bird "meledak" hingga diunduh lebih dari 50 juta kali. Keuntungan yang diraih oleh Nguyen lewat game buatannya ini ditaksir mencapai 45.000 dolar Amerika (sekitar Rp630 juta) per hari. Sayangnya, Nguyen hanya bisa menikmati keuntungan materi aja. Secara psikologis, dia merasa hancur. Nguyen enggak siap dengan kesuksesan instan yang diraihnya tersebut. Dia mengaku hidupnya udah berantakan setelah "diteror" habis-habisan lewat telepon, e-mail, atau pun cuitan untuk dirinya.

***

Tentunya, tindakan para penemu buat jujur-jujuran terhadap hasil penemuannya ini patut dihargai. Soalnya, mereka secara kesatria mengakui kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri mereka. Nah, menurut lo sendiri, siapa penemu yang hasil temuannya paling berpengaruh terhadap perkembangan dunia? Ataukah, ada penemu lainnya yang benci hasil temuannya, tapi enggak Ratuagoda.com sebut?





BANDARQ TERBAIK

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.