BANDARQ TERBAIK - Jepang Bakal Sulap Sampah Ponsel Jadi Medali Olimpiade Tokyo 2020

BANDARQ TERBAIK - Olimpiade tahun 2020 yang berlangsung di Tokyo akan memberikan kesan yang unik dan menarik. Pemerintah Jepang memberikan kejutan dengan mendaur ulang sampah elektronik berupa sampah ponsel bekas pakai jutaan warga Jepang menjadi logam berharga berupa medali Olimpiade yang dikalungkan pada leher para atlet yang berprestasi.
Direncanakan sebanyak 5.000 medali dari ponsel bekas akan di daur ulang, yang terdiri dari medali emas, perak, dan perunggu akan didulang dari limbah ponsel bekas. Hal ini menjadi komitmen dan program dari pemerintah jepang dalam upaya menggunakan materi daur ulang.
1. Panitia mengajak warga berpartisipasi

Dilansir dari BBC, Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 melihat ini sebagai peluang yang memiliki dampak baik. Mereka lalu menghimbau kepada seluruh warga Jepang untuk menyumbangkan ponsel bekas dan barang elektronik usang lainnya. Hal ini sama sama memberikan keuntungan dimana warga dapat membuang sampah elektronik yang berbahaya dengan aman dan panitia mendapat pasokan sumber daya.
2. Sampai juni 2018, sekitar 4,32 juta ponsel telah berhasil dikumpulkan

Ide baik ini mendapat dukungan dari warga Jepang. Sampai Juni 2018, toko ponsel di Jepang telah berhasil mengumpulkan 4,32 juta ponsel bekas hasil sumbangan warga.
"Saya membawa lima ponsel usang yang sudah tidak saya gunakan," ujar seorang perempuan lansia Jepang dalam rekaman video yang diproduksi Kementerian Luar Negeri Jepang. "Senang rasanya menjadi bagian dari Olimpiade," tambahnya.
3. Setengah dari target sudah berhasil dikumpulkan

Satu gram emas bisa dihasilkan dari 35 sampai 40 ponsel. Sementara untuk membuat satu medali emas membutuhkan enam gram emas seperti yang sudah ditetapkan oleh dewan komite Olimpiade Internasional.
Belum genap satu tahun proyek pengumpulan limbah ponsel ini berjalan, panitia Olimpiade berhasil mengumpulkan 16,5 kilogram emas (54,5% dari target seberat 30,3 kg) dan 1.800 kg perak (43,9% dari target seberat 4.100 kg). Sementara target untuk pengumpulan perunggu seberat 2.700 kg sudah dicapai.
4. Para Atlet peraih medali juga turut berpartisipasi

Beberapa peraih medali emas dalam Olimpiade - Olimpiade sebelumnya juga turut berpartisipasi dengan memberikan ponsel lama mereka.
"Inisiatif ini menjadi kesempatan bagi orang-orang di seantero negeri untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo 2020," sebut juru bicara panitia Tokyo 2020, Masa Takaya, kepada BBC Future.
5. Bukan kali pertama limbah disulap jadi medali

Penggunaan daur ulang limbah sebagai medali bukan pertama kalinya dilakukan. Sekitar 30% bahan medali perak dalam Olimpiade Rio 2016 dibuat dari kombinasi cermin usang, solder bekas, plat sinar-X. Sekitar 40% bahan medali perunggu didapat dari bahan logam tembaga logam tembaga.
Tahun 2010 tepat Olimpiade Musim Dingin di Vancouver, ada sebanyak 1,5% logam dibutuhkan untuk pembuatan medali yang didapat dari hasil daur ulang logam di Belgia. Keterbatasan sumber daya alam memicu negara Jepang mendaur ulang limbah menjadi barang berharga. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Kapan kita bisa mengolah limbah menjadi emas?
BANDARQ TERBAIK




No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.