Kartuagoda.Org Situs Taruhan Dengan Rating Kemenangan Tertinggi Se-Asia| Untuk LOGIN SITE Di HandPhone menggunakan Link : Kartuagoda.Org / Ratuagoda.com

Header Ads

BANDARQ Domino99 AGEN BANDARQ AGEN TOGEL TERPERCAYA

BANDARQ TERBAIK - Postingan Kemal Palevi soal Pilpres 2019 Tuai Kontroversi

Kemal Palevi (Foto:Dwi Ayu R/Medcom.id)

BANDARQ TERBAIK - Komedian dan aktor Kemal Palevi mengunggah foto dan tulisan kontroversial di Instagram pada Jumat kemarin terkait isu Pemilu Presiden 2019, Titiek, Prabowo, Soeharto. Postingan ini menuai beragam komentar pro kontra, termasuk dari Ernest Prakasa dan Glenn Fredly.

Lewat akun @kemalpalevi, Kemal membagikan gambar screenshot judul berita "Titiek Janji Bila Prabowo Menang, RI Akan Seperti Era Soeharto" dari media daring Tempo.co. Postingan ini hanya memuat bagian judul dan foto artikel terbitan 15 November 2018, tanpa memuat isi tulisan.

"Nah gini dong. Makasih Bu sudah dengar curhat kami," tulis pria kelahiran 1989 ini dalam keterangan gambar disertai tanda :')) (emoji menangis-tertawa) dan tagar "2019 Ganti Presiden".

Pernyataan Kemal ini begitu ambigu hingga berbagai respons ditinggalkan dalam kolom komentar. Dari 3.000 lebih komentar, sebagian menyayangkan pernyataan Kemal, mendukung tagar Ganti Presiden, berpendapat soal era Soeharto, debat kusir, hingga menduga ungkapan Kemal sebagai bentuk sarkasme atau ejekan ironi. 

Ernest Prakasa misalnya, rekan komedian dan sineas keturunan Tionghoa-Indonesia, menyebut pernyataan Kemal sebagai kelakar yang tidak pantas dan menyayangkan tindakan yang justru menyokong Presiden Soeharto.

"Becanda lu enggak lucu, Mal," tulis @ernesprakasa.

"Gue paham kok kenapa pos ini sensitif buat lo. Enggak apa-apa, kita cuma beda gaya saja. Intinya saling menghargai saja," balas Kemal disertai emoji senyum.

Di antara 100 lebih komentar dari warganet lain, Ernest menuliskan balasan lagi kenapa dia tidak sepakat dengan "candaan" Kemal.

"Sulit buat gue menghargai orang kayak lu yang follower-nya (pengikut di media sosial) banyak, tetapi bukannya ngasih edukasi baik ke anak muda, malah endorse Soeharto. Lo enggak semuda itu, Mal. Lo tau era Soeharto kayak gimana. Lo punya kapasitas untuk ngasih pengaruh baik, kenapa malah ngasih edukasi salah. Cuma menyayangkan – semacam 'sekadar mengingatkan'," tulis Ernest disertai emoji cium.

Musisi Glenn Fredly ikut angkat berkomentar. Glenn bercerita kenapa era orde baru pimpinan Presiden Soeharto adalah "neraka" bagi penduduk kawasan Indonesia Timur. Dua di antaranya, kata Glenn, adalah monopoli cengkeh yang mematikan petani cengkeh Indonesia Timur dan persoalan tambang Freeport.

Glenn juga menyebut bahwa Prabowo tidak pernah berani "injakkan kakinya di Tanah Papua karena operasi militer yang pernah dipimpinnya".

"Kita berbeda pilihan, silakan, tapi tentang kejahatan masa lalu itu akan selalu diingat oleh orang Indonesia Timur. Satu lagi, sahabar baik gue, Ucok Munandar Siahaan hilang sampai hari ini tanpa ditemukan jasadnya dari tahun 1998. Sekali lagi, berbeda pilihan, silakan, tapi bodoh, jangan!" tulis @glennfredly309.




BANDARQ TERBAIK

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.