BANDARQ TERBAIK - Kalapas Mengaku Tak Tahu Ada Bilik Asmara di Sukamiskin
BANDARQ TERBAIK - Kalapas Sukamiskin, Tejo Herwanto mengaku tidak mengetahui adanya ruang khusus yang disebut 'bilik asmara'. Semua hal yang melanggar aturan diklaim sudah dibongkar.
Tejo mengatakan, sejak ditunjuk menggantikan Kalapas yang jadi terdakwa kasus suap dan gratifikasi Wahid Husein sudah melakukan pembersihan, termasuk menyita fasilitas mewah milik napi.
"Jadi sejak saya datang, yang dimaksud bilik asmara itu di mana, saya tidak tahu," katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (7/12).
"Jadi yang dianggap dulu saung (gazebo untuk kunjungan) itu, kan sudah dibongkar. Jadi apa yang disampaikan jaksa, sekarang sudah tidak ada lagi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Tejo memastikan, seluruh sel yang ada di Lapas Sukamiskin tidak ada lagi fasilitas mewah dan keleluasaan kepada para warga binaan.
Hubungan antar petugas dan warga binaan pun terjalin baik tanpa konflik. "Ruangannya biasa saja, tidak mewah dan sebagainya. Tidak ada konflik dengan petugas," pungkasnya.
Seperti diketahui, dalam sidang perdana Wahid Husen di ruang tipikor Pengadilan Negeri (PN) Rabu (5/12) terungkap bahwa salah seorang warga binaan, Fahmi Darmawansyah diberikan keleluasaan selama menjalani masa tahanan di Lapas Sukamiskin.
Selain fasilitas mewah di sel, terpidana kasus suap pejabat Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) itu membangun ruang khusus untuk mengakomodir warga binaan melakukan hubungan suami istri.
Ruangan seluas 2x3 meter itu dilengkapi dengan kasur dan kerap disewakan kepada narapidana lain.
"Ruangan itu digunakan untuk Fahmi saat dikunjungi istrinya, maupun disewakan kepada warga binaan lain dengan tarif Rp 650 ribu," kata Jaksa dari KPK, Trimulyoni Hendradi saat sidang.




No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.